Egrang
Thursday, 14 January 2010 07:14
administrator

Orang Jawa mengenal berbagai macam jenis permainan tradisional, yang sekarang tidak lagi ditemukan. Berbagai macam permainan tradisional tersebut memberi ruang ketrampilan bagi pemakainya. Dalam kata lain, permainan tradisional Jawa tidak menempatkan relasinya hanya pasif. Lebih dari itu harus aktif dan kreatif. Sebab, permainan tradisional Jawa memberikan rangsangan kreatif bagi relasinya.
Read more...
|
Bentengan
Thursday, 14 January 2010 07:10
administrator

Bentengan, adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing – masing terdiri dari 4sampai dengan 8 orang. Masing – masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’.
Read more...
Tekongan
Thursday, 14 January 2010 06:51
administrator

“Te”, dibaca layaknya pengucapan “tempe”. Permainan murah meriah—bahkan bisa dikatakan tak perlu mengeluarkan budget khusus—sekaligus membutuhkan keuletan dari para pemainnya. Selain itu, permainan ini pun melatih daya fisik para pemainnya. Sebab, sepanjang permainan permain harus berlari dan berkelit dengan cepat. Pemain yang mempunyai kemampuan berlari yang “Siip” sangat diperhitungkan. Permainan ini sudah terwariskan turun temurun di desa saya di Meger, Ceper, Klaten, Jawa Tengah, entah sejak kapan. Sistem permaian ini, tidak berbeda jauh dengan aturan permaian petak umpet yang sangat fenomenal di Indonesia. Hanya saja media permainannya yang lain.
Read more...
|
Cublak-cublak Suweng
Thursday, 14 January 2010 06:43
administrator

Permainan ini dimainkan olehbeberapa anak/orang, tetapi minimal tiga orang. Akan tetapi lebih baik antara 6 sampai delapan orang. Tujuan dari permainan ini adalah Pak Empo menemukan anting (suweng) yang disembunyikan seseorang.
Read more...
Jumpritan Singitan / Petak Umpet
Thursday, 14 January 2010 06:30
administrator

Jumpritan Singitan / Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru. Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |